GeNose Siap di Sebar Kemenhub di 44 Stasiun Jawa & Sumatra

0
74
GeNose Siap di Sebar Kemenhub di 44 Stasiun Jawa & Sumatra
GeNose Siap di Sebar Kemenhub di 44 Stasiun Jawa & Sumatra

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – GeNose sebagai alat pendeteksi Covid-19 buatan Indonesia, yang diinisiasi oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), bakal disebar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatra.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, GeNose akan mulai diterapkan pada moda transportasi kereta api dan akan diterapkan secara wajib pada 5 Februari 2021.

“Kami sudah memesan sebanyak 200 unit GeNose yang disebar di 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatra,” katanya dalam siaran pers, Senin (25/1/2021).

Selain moda kereta api, lanjut Budi, GeNose juga akan diterapkan untuk mendeteksi Covid-19 di moda transportasi bus pada 5 Februari 2021.

Baca juga : Pemerintah Gencarkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

“Namun, pelaksanaannya masih dilakukan secara acak (random sampling),” tambah Budi.

Budi mengungkapkan, alasan mengapa moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose. Karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah dibandingkan dengan pengecekan tes Covid-19 melalui rapid test antigen atau PCR test

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung Rp 100.000, kalau mesti antigen Rp 100.000 lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma Rp 40.000–50.000. Dengan GeNose ini harganya hanya Rp 20.000, apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp 15.000, jadi lebih terjangkau,” kata Budi

Baca juga : Garena Kembali Gelar Free Fire Master League Season III

Menhub juga sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia, jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak dan seseorang dinyatakan positif, maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat.

Budi juga mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi bus agar tidak memaksakan diri untuk berangkat jika merasa tidak enak badan atau sakit, karena di terminal-terminal bus dilakukan pengecekan secara acak.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menambahkan, terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang. Dan berdasarkan SE Satgas Penanganan, untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling.

Baca juga : Ini Syarat dan Aturan Terbaru Bagi Jemaah Umrah di Masa Pandemi…

“Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” kata Dirjen Budi. (JM01)