Gojek dan TBS Berkolaborasi Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik R2 di Indonesia 

0
3
Gojek dan TBS Berkolaborasi Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik R2 di Indonesia 
Gojek dan TBS Berkolaborasi Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik R2 di Indonesia 

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Setelah sukses melakukan uji coba tahap pertama kendaraan listrik roda dua, Gojek kembali menandai babak baru adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Gojek bersama dengan TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS), menandatangani komitmen kerja sama untuk membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV), dengan nama Electrum.

Kolaborasi strategis pertama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia ini, sekaligus mendukung rencana Pemerintah Indonesia menjadikan pengembangan industri kendaraan listrik sebagai prioritas nasional.

Melalui perusahaan patungan tersebut, Gojek dan TBS akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, membawa semangat gotong royong, pembentukan perusahaan patungan ini merefleksikan keseriusan dan langkah nyata Gojek dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga : BSI Bersama Laznaz BSMU Bantu Korban Banjir Bandang Kota Batu–Malang

“Kami berharap upaya ini dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi kepada penanggulangan perubahan iklim di Indonesia. Kendaraan listrik merupakan masa depan bagi sektor transportasi dan kami memastikan hal tersebut dapat terwujud lebih cepat melalui kolaborasi ini,” ujarnya.

Bagi Gojek, kolaborasi strategis ini bagian dari upaya mewujudkan komitmen Sustainability Grup GoTo “Zero Emissions” (Nol Emisi Karbon). Dengan menargetkan menjadi platform karbon-netral dan mentransisi menjadi 100% kendaraan listrik di tahun 2030.

Sementara Pandu Sjahrir, Wakil Direktur Utama TBS menjelaskan, sejalan dengan Gojek, TBS juga berkomitmen penuh terhadap sustainability untuk mencapai Nol Emisi Karbon di tahun 2030 dengan melakukan transformasi business menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business.

“Kolaborasi dengan Gojek ini merupakan salah satu bagian dari komitmen reinvestasi pendapatan usaha TBS ke sektor energi bersih dan energi baru dan terbarukan. Transformasi bisnis serta kolaborasi investasi TBS merupakan perwujudan dari komitmen tersebut dan menjadi langkah perusahaan menuju bisnis yang lebih hijau,” terangnya.

Baca juga : Sri Mulyani Tekankan Urgensi Reformasi Pajak dalam Kick Off Sosialisasi UU…

Pandu melanjutkan, untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik, TBS melihat perlunya ekosistem yang komprehensif dan mumpuni.

“Pengalaman dan pemahaman kami di bidang energi bersama dengan ekosistem dan teknologi Gojek yang luas, bisa menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” tambah Pandu.

Sebelumnya, Gojek telah mengumumkan uji coba komersial pemanfaatan motor listrik yang menerapkan skema baterai swap. Pada tahap ini, akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan, lalu selanjutnya akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer di dalam platform Gojek.

Data hasil uji coba ini juga akan dimanfaatkan untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik yang dapat memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas.

Baca juga : Dibutuhkan Saat Pandemi, 20.000 Mahasiswa Jurusan Kesehatan Malah Gagal Wisuda Setiap…

Dalam uji coba komersial tersebut, para pengguna setia Gojek akan dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan. Sementara, mitra driver yang menggunakan kendaraan listrik akan terus dapat menjadi bagian dari layanan Gojek lainnya seperti GoFood, GoSend Instant, GoShop dan GoMart. (JM01)