JKN Buka Peluang Pasar Domestik, Dorong Kemandirian Industri Farmasi

0
21
JKN Buka Peluang Pasar Domestik, Dorong Kemandirian Industri Farmasi
JKN Buka Peluang Pasar Domestik, Dorong Kemandirian Industri Farmasi

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Kemandirian industri farmasi kesehatan dapat dicapai dengan cara penguatan manufaktur farmasi dalam negeri, revitalisasi penyediaan bahan baku obat serta riset dan pengembangan inovasi farmasi dalam negeri.

Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menyampaikan, peluang di sektor industri Farmasi ini terbuka lebar, khususnya akibat implikasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini mencatat jumlah kepesertaan mencapai 248,7 juta jiwa dengan total pemanfaatan layanan kesehatan 502,8 juta kali di tahun 2022.

Jika industri farmasi mampu berdaulat, lanjut Mahlil, cukup dengan internal market saja kita bisa memaksimalkan konsumsi dalam negeri, terutama dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN. Artinya, disini masih terus terbuka peluangnya dalam pasar industri.

“Kami berharap, pelaku industri farmasi senantiasa berkomitmen meningkatkan kompetensi dan menghasilkan produk farmasi yang bermutu sehingga upaya untuk menjamin kesehatan masyarakat indonesia dapat berjalan dengan optimal,” terang Mahlil ketika memberi sambutan dalam Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional Inter Profesi Farmasi dan Kesehatan di Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes) – KSPSI di Surabaya, Sabtu (4/3/2023).

BACA JUGA : BPJS Kesehatan Tingkatkan Transformasi Mutu Layanan dan Perbaikan Alur Layanan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Anggota Wantimpres RI Soekarwo, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Marsudi Wahyu Kisworo, Sekjen DPD KSPSI Bibit Gunawan, Ketua Umum FSP Farkes – KSPSI Agung Nugroho dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo

Dalam kesempatan itu, Mahlil menerangkan, BPJS Kesehatan senantiasa berkomitmen agar Program JKN dapat berjalan dengan optimal dan terjaga keberlangsungannya. BPJS Kesehatan juga senantiasa berupaya meningkatkan mutu layanan kepada peserta dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami menyadari bahwa penyelenggaraan Program JKN dan upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera akan lebih optimal melalui sinergi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan, termasuk dengan pelaku industri farmasi,” tambahnya.

Sementara Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menjelaskan, salah satu fokus pembangunan Pemerintah Indonesia saat ini adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengembangan kompetensi SDM adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar lagi karena komptensi dan daya saing merupakan langkah kuat yang harus dimiliki oleh tenaga kerja, termasuk didalamnya pada sektor farkes.

BACA JUGA : Ikak: BPJS Kesehatan Jaga Kesehatan Seluruh Lapisan Masyarakat Tanpa Pandang Bulu

“Dengan adanya sinergi melalui rapat kerja nasional ini diharapkan menjadi forum dialog yang memiliki jangkauan strategis, yang tidak hanya membahas komitmen namun juga membahas langkah bersama melakukan koordinasi dan evaluasi program serta pencapaian organisasi. Saya harap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan program yang lebih konstruktif yang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi global dan diselaraskan dengan iklim investasi,” terang Afriansyah

Sedang Ketua Umum FSP Farkes–KSPSI Agung Nugroho menegaskan, cita-cita mewujudkan sektor farmasi dan kesehatan adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam sidang MPR, bahwa kemandirian sektor obat dan vaksin masih menjadi kelemahan serius yang harus dipecahkan bersama.

“Pandemi Covid-19 telah memberi banyak pelajaran dan membuka mata kita bahwa Indonesia masih belum memiliki kedaulatan baik dalam hal infrastruktur kesehatan dan obat-obatan,” terangnya.

BACA JUGA : Rahma: Mobile JKN itu Aplikasi Smart yang Sangat Membantu

Kedaulatan tersebut, lanjutnya, merupakan hal yang sangat penting dalam kedaruratan kesehatan saat pandemi Covid-19 lalu, karena sektor farmasi dan kesehatan termasuk sektor high demand.

“Kami berharap dalam rakernas ini dapat dirumuskan bersama konsep strategis dalam menjawab tantangan jaman. FSP Farkes, siap mengawal kedaulatan sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia,” pungkas Agung. (JM01)