Korban Koperasi NMSI Serbu PN Surabaya

0
830
Korban Koperasi NMSI Serbu PN Surabaya
Korban Koperasi NMSI Serbu PN Surabaya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sekitar 500 orang yang merasa ditipu Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk menuntut keadilan.

500 dari total 8800 orang yang merasa tertipu, mulai dari anggota koperasi maupun agen dan mitra PT NMSI ini berasal dari berbagai daerah seperti Kediri, Trenggalek, Ngawi dan beberapa daerah lain di Jawa Timur. Bahkan beberapa diantara anggota koperasi yang hadir ini, ada juga yang berasal dari Sumatera Selatan.

Banyaknya korban yang tertipu ini dikarenakan Koperasi NMSI memiliki 11 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti; Kota Kediri, Madiun, Jember, Semarang, Bandung, Bangkalan Madura, Banjar Baru Kalimantan Selatan, Samarinda-Kalimantan Timur, Berau-Kalimantan Timur dan Sungai Lilin Sumatera Selatan.

Agus Tri, warga Surabaya namun mempunyai keanggotaan koperasi NMSI dari Nganjuk ini menyampaikan bahwa ratusan anggota Koperasi NMSI ini terpaksa harus mengambil upaya hukum di pengadilan, karena laporan di pihak kepolisian yang sudah mereka lakukan sebelumnya, menemui jalan buntu dan tak kunjung diproses hukum.

Baca juga : Wagub Jatim Dampingi Mendag Luncurkan Ekspor Perdana L-Cysteine ke AS

“Kedatangan kami semua ke PN Surabaya ini adalah untuk menyerahkan data-data ke kurator termasuk perjanjian dengan Koperasi NMSI,” ujarnya, Rabu (21/4/2021).

Kemelut ini menurut Agus, terjadi setelah Ketua Koperasi NMSI Christian Anton Hadrianto tiba-tiba menghilang dan dikabarkan melarikan diri dengan membawa uang koperasi sebesar Rp 5,2 miliar.

“Kejadian ini menyebabkan kegiatan Koperasi NMSI jadi terhenti, yang mengakibatkan uang yang kami semua investasikan tidak jelas lagi keberadaannya. Untuk itulah kami membawanya ke ranah hukum,” tambah Agus.

Baca juga : KPPU Minta Masyarakat Lapor Kalau Ada Pelanggaran Harga Bahan Pokok

Masih menurut Agus, yang sangat disayangkan para anggota koperasi NMSI ini, meski sudah dilaporkan ke Polres Kediri tanggal 5 Februari 2021 bahkan juga ada laporan ke Polda Jatim sekitar bulan Maret 2021, kasus ini cenderung mandeq dan tidak ada tanggapan apa-apa dari aparat kepolisian.

Halaman selanjutnya: Sementara Purwantoro…