
Cara menulis berita ekonomi yang baik
Di sisi lain, Ronny Sugiantoro, Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat yang memaparkan teknis menulis berita ekonomi yang baik di acara Workshop Capacity Building and Media Gathering kali ini menjelaskan bahw untuk membuat penulisan berita ekonomi berbobot, jurnalis harus memperoleh atau memperkaya data dari pihak eksekutif, legislatif, praktisi dan masyarakat tentunya.
Baca juga : Gubernur Khofifah Dorong RS di Jatim Segera Aplikasikan Layanan Berbasis Digital
“Ya karena beberapa unsur segmen narasumber tersebut sudah kompeten di bidangnya, otomatis bisa menjadi pertimbangan mutlak pembaca. Lebih bagus lagi ditambah data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang selalu menjadi sandaran untuk memperoleh data akurat,” ucapnya.
Secara teknis penulisan, Rony juga mengemukakan pakem dari tekmis penulisan berita ekonomi yang wajib dan harus diperkuat grafis, ilustrasi foto, akurasi data, istilah, tanpa pemborosan kalimat dan Bahasa Indonesia yang baku.
Terkait istilah ekonomi, lanjutnya, wartawan juga bisa belajar pada nara sumber langsung secara terpadu. Hal tersebut wajar terjadi, sebab wartawan tak hanya berkutat di satu segmen tugas pemberitaan.
Baca juga : Antrian Online Mobile JKN, Jadi Pilihan drg. Fenny
“Ya kalau misal terkait penggunaan istilah ekonomi, khususnya perbankan, wartawan juga bisa menimba ilmu dari pihak BI yang tentu saja menjadi sumbernya. Karena itu, jadilah wartawan yang spesialis di segmen pemberitaannya. Ini akan menjadi nilai lebih bagi wartawan kedepannya,” pungkas Rony. (JM01)














