Leli : Antrian Online Mobile JKN Sangat Membantu dan Memudahkan Berobat

0
7
Leli : Antrian Online Mobile JKN Sangat Membantu dan Memudahkan Berobat
Leli : Antrian Online Mobile JKN Sangat Membantu dan Memudahkan Berobat

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Bagi masyarakat yang pernah sakit dan harus berobat di faskes tingkat pertama atau rumah sakit, tentu pernah merasakan bagaimana susah dan repotnya karena harus antri yang bahkan bisa berjam-jam.

Bukan saja ini sangat tidak menyenangkan, tetapi juga menimbulkan kerawanaan untuk tertular penyakit yang mungkin ada di fasilitas kesehatan.

Tapi sekarang, hal itu sudah bisa diminimalisir dengan adanya aplikaasi antrian online dari BPJA Kesehatan. Dan ini sudah dirasakan Leli Indrawati Dwi Sagita (29), warga Kutisari Selatan Surabaya, yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan sejak tahun 2017.

Leli mengakui bahwa dengan adanya aplikasi antrian online yang ada di Mobile JKN, membuat pengalaman berobat di RS menjadi lebih nyaman dan lebih cepat.

”Sebelumnya, kalau saya akan berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau faskes tingkat lanjutan, saya selalu kebagian antrian paling belakang. Karena saya juga ibu yang bekerjaa,” terang Leli, saat ditemui di ruang pelayanan Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya.

Baca juga : Di era Covid-19, Layanan online BPJS Kesehatan Menjadi Pilihan Terbaik

Perempuan yang memilih fasilitas kesehatan tingkat 1 di Klinik Jemursari Empat ini juga menambahkan, dulu ketika masih menggunakan cara lama saat berkunjung ke dokter pribadi, klinik atau rumah sakit waktu sakit, ia merasa tidak dapat mengukur waktu berobat.

“Kita tidak bisa mengukur berapa lama kebutuhan waktu untuk berobat, berapa lama pelayanan dokternya. Belum lagi harus mengantri lama dan dalam kondisi sakit. Pastinya ini sangat tidak menyenangkan,” tambahnya.

Antrian online melalui aplikasi Mobile JKN, lanjut Leli, sangat banyak manfaatnya dan bisa membuat orang tak perlu antri berlama-lama di RS, karena bisa datang menjelang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam antriaan online.

Selain itu, tambah Leli, bukan saja bisa memperoleh nomor antrian dari rumah (karena pakai Mobil JKN, red), tetapi juga bisa menentukan kapan akan ke rumah sakitnya dan pasti mendapatkan nomor antrian dokter.

Baca juga : SMP Al Falah Deltasari Tuntaskan Vaksinasi Dosis Kedua untuk Kenyamanan PTM…

“Dengan sistem antrian online ini, saya juga bisa mengetahui jumlah antrian yang sedang dilayani karena bisa memonitor dari HP saya. Begitu juga bila tiba-tiba ada halanagan, saya juga bisa segera mengubah jadwal kunjungan rumaah sakit langsung melalui aplikasi mobile JKN,” jelas Leli.

Meski sudah ada aplikasi antrian online, namun menurut wanita pemilik nomor kepesertaan 000010067XXXX dan terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah tersebut, prosedurnya tetap harus mengikuti aturan BPJS Kesehatan yaitu melalui rujukan berjenjang.

“Ya….. meski pakai antrian online, tapi ya tetap harus ikut aturan BPJS melalui rujukan berjenjang. Gak bisa langsung pakai aplikasi untuk berobat semaunya,” terang Leli.

Melihat besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari pendaftaran antrian online di Mobile JKN, maka ia berharap BPJS Kesehatan bisa semakin agresif dalam mensosialisasikan program ini, agar semakin banyak masyarakat yang dimudaahkan ketika harus berobat.

Baca juga : Pantau Udara di Bandung dan Surabaya Kini Bisa Lewat Aplikasi Nafas

“Semoga BPJS bisa lebih gencar melakukan sosialisasi program antrian online ini biar lebih banyak masyarakat yang tau dan menggunakannya,” pungkas Leli. (JM01)