Penjualan Alami Tren Meningkat, PT Suparma Optimis Penjualan 2021 Mencapai Rp 2,6 Trilyun

0
7
Penjualan Alami Tren Meningkat, PT Suparma Optimis Penjualan 2021 Mencapai Rp 2,6 Trilyun
Direksi PT Suparma Tbk dalam kesempatan Paparan Publik, Jumat (11/12/2020)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Suparma Tbk selama periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020 mencatatkan penjualan bersih yang menurunan sebesar 18% dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama pada tahun 2019.

Penurunan penjualan bersih tersebut, menurut Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, disebabkan oleh penurunan kuantitas penjualan produk kertas sebesar 17,3%.

“Pencapaian ini setara dengan 73,3% dari penjualan bersih Perseroan yang ditargetkan sebesar Rp 2,1 trilyun,” terangnya dalam Paparan Publik, Jumat (11/12/2020).

Baca juga : Investor Saham di Daerah Perlu Waspada Kalau Tak Mau Tertipu

Penjualan Alami Tren Meningkat, PT Suparma Optimis Penjualan 2021 Mencapai Rp 2,6 Trilyun
Penjualan Alami Tren Meningkat, PT Suparma Optimis Penjualan 2021 Mencapai Rp 2,6 Trilyun

Sedangkan untuk pencapaian penjualan bersih selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar Rp 1.918 miliar dimana pencapaian ini setara dengan 91,3% dari target penjualan tahun 2020.

Kuantitas penjualan kertas Perseroan mengalami penurunan 17,3%, dari semula sebesar 169.672 MT menjadi 140.270 MT. Pencapaian ini setara dengan 71,7% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan yang sebesar 195.600 MT.

Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar 176.799 MT atau setara dengan 90,3% dari target kuantitas penjualan kertas tahun 2020.

Baca juga : Pemprov Jatim Gandeng Pegiat Medsos Jatim untuk Genjot Potensi Lokal

Disisi lain, lanjutnya, hasil produksi kertas Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar 4,4 % dari semula sebesar 152.691 MT menjadi 145.939 MT atau setara dengan 74,3% dari target produksi kertas tahun 2020 yang mencapai 196.400 MT, dengan tingkat utilisasi sebesar 78,3%.

Sedang pencapaian produksi kertas selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar 180.166 MT atau setara dengan 91,7% dari target produksi kertas tahun 2020.

“Melihat tren pertumbuhan di semester 3 ini, maka selain kami yakin target tahun ini bisa dipenuhi, kami juga optimis tahun depan kami bisa menargetkan penjulan sebesar Rp 2,6 trilyun,” jelas Hendro.

Baca juga : Teknologi Pencahayaan UV-C Signify Dapat Bunuh Virus dan Bakteri di Lingkungan…

Keyakinan ini menurut Hendro juga didukung oleh perekonomian nasional yang diperkirakan mengalami peningkatan di tahun 2021 mendatang.

“Ekonomi Indonesia tahun 2021 diprediksi akan membaik dengan proyeksi pertumbuhan dibawah lima persen. Pertumbuhan ekonomi ini tentu saja berpengaruh besar pada kinerja perseroan termasuk penjualan. Karena itu kami optimis,” pungkas Hendro. (JM01)