Penjualan Meningkat, Darbe Jaya Abadi Bersiap Go Publik

0
31
Penjualan Meningkat, Darbe Jaya Abadi Bersiap Go Publik
Komisaris Utama PT Darbe Jaya Abadi (DJA), Nanang Sumartono Hadwidjojo, SH (menunjuk) didampingi Direktur Operasional Pemasaran, Ongky Aries Tyanto

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Darbe Jaya Abadi (DJA) dengan merek dagang Darbe Meats, dan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam perdagangan ayam, pemotongan, dan peternakan (sejak 2008, red), membukukan kinerja yang memuaska, khususnya 2 tahun terakhir.

Pada tahun 2019 dan 2020, Perseroan mampu membukukan kinerja positif walaupun sebenarnya pada tahun 2020 lalu Perseroan pun turut terdampak pandemi Covid-19. Tercatat pada tahun 2019 mampu membukukan total penjualan sebesar Rp 36 milyar dan sepanjang tahun 2020 membukukan sebesar Rp 64 milyar atau meningkat 170% year-on-year.

Selain itu, perusahaan yang berlokasi di Gedangan Sidoarjo Jawa Timur dan telah memiliki 2 rumah potong ayam (RPA) di Sidoarjo dan Mojokerto, serta 1 distributor di Bali (established pada tahun 2019), meyakini bahwa prospek kedepannya akan menjadi lebih baik dan lebih besar, karena pangsa pasarnya masih terbuka lebar.

Hal inilah yang mendasari PT Darbe Jaya Abadi pada tahun 2021 ini, berencana melakukan aksi korporasi fundamental yaitu memulai proses menuju Initial Public Offering (IPO) agar dapat “naik kelas” sebagai perusahaan terbuka berskala UKM yang melantai di pasar modal Indonesia (SME public listed company), dimana prosesnya telah dimulai (kick-off) pada tanggal 30 Agustus 2021 yang lalu.

Nanang Sumartono Hadwidjojo, SH, Komisaris Utama Perseroan menjelaskan, produk dari Perseroan yang diperdagangkan adalah daging ayam potong berstandar HASU (Halal, Aman, Sehat, Utuh), yaitu standar yang diyakini mampu menopang going concern Perseroan di masa yang akan datang.

Baca juga : Jumlah Investor Pasar Modal Di Jatim Naik Signifikan

Mendukung prinsip fairness, lanjut Nanang, Perseroan juga memberikan garansi terhadap kehalalan, harga yang kompetitif, kesegaran dan layak telusur atas produk yang dijual kepada konsumen.

“Fakta ini membuat kami optimis, kedepannya kami bisa membuat skala bisnis ini menjadi lebih besar. Dan ini pula yang melatarbelakangi kami untuk melakukan IPO, untuk mendapatkan alternatif sumber pendaan baru yang akan digunakan untuk memperbesar skala kapasitas usaha dan melakukan ekspansi bisnis,” ujarnya pada jatimmedia.com di Surabaya, Jumat (1/10/2021).

Nanang juga menambahkan bahwa langkah ini juga sebagai implementasi amanat Visi Perseroan dalam menjalankan parkatek pembangunan yang berkelanjutan (going concern), serta memperkuat dan mewujudkan brand positioning Perseroan sebagai pelopor UKM yang mampu naik kelas.

“Hal ini inline dengan program nasional pemerintah menciptakan pelaku usaha berskala UKM yang modern, kuat dan tangguh, berkemandirian dan memiliki bertata-kelola yang lebih baik dan bersih (Good Corporate Governance) yang berujung kepada penciptaan kesejahteraan semua pemangku kepentingan Perseroan dengan perencanaan usaha terintegrasi, beretika bisnis,” tambah Nanang.

Baca juga : Wapres RI Tinjau Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Dalam kesempatan yang sama, Nanang juga menjelaskan bahwa secara demografi, market share Darbe Meats adalah sebesar 62% berada di Jawa Timur (meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jombang, Magetan, Mojokerto, Malang, Tulungagung) dengan sistem penjualan berbasis keagenan berikut pengolahannya.

Kemudian sebesar 35% ada di Bali untuk segmen pasar basah, sebesar 2% berada di Jawa Barat di wilayah Bandung untuk segmen end-user dan sisanya sebesar 1% di luar Jawa (Makassar, red) untuk segmen end-user.

Dengan market share ini, lanjut Nanang, pada akhirnya membentuk sebaran profil konsumen produk Perseroan yang lebih heterogen. Mereka berasal dari kalangan para pedagang, peritel, dan industri sendiri.

“Fakta ini mencerminkan bahwa Perseroan memiliki tingkat ketergantungan yang rendah terhadap single buyer tertentu. Dan lebih dari 50% pendapatan Perseroan disumbang dari hampir 80% volume transaksi penjualan lokal/domestic,” ujarnya.

Baca juga : OJK dan Industri Jasa Keuangan Gelar Bulan Inklusi Keuangan 2021

Diketahui, dalam beroperasinya saat ini, Darbe Jaya Abadi (DJA) selalu mengedepankan dan menterjemahkan 2 Visi utama Perseroan yaitu (1) mendukung pembangunan berkelanjutan melalui aktifitas ekonomi berbagi atau Sharing Economy sebagai Etik Kerja, dan (2) menjadi Perseroan unggul berdaya saing di Asia, bergerak di bidang perdagangan dalam penyediaan hasil pangan produk hewani. (JM01)