Pertama Kalinya Gelar Misi Dagang di Tanah Papua, Jatim Catatkan Transaksi Rp 246 Miliar

0
25
Pertama Kalinya Gelar Misi Dagang di Tanah Papua, Jatim Catatkan Transaksi Rp 246 Miliar
Pertama Kalinya Gelar Misi Dagang di Tanah Papua, Jatim Catatkan Transaksi Rp 246 Miliar

Poin penting misi dagang Jatim-PBD, lanjut Khofifah, tidak hanya sekedar transaksi trader dan buyer, tetapi lebih dari itu yaitu untuk penguatan kolaborasi dan sinergi dalam membangun kemitraan multi sektor kedua provinsi.

Salah satunya juga adalah sektor budaya. Ia menyebut bahwa misi kebudayaan selalu disisipkan di setiap misi dagang yang diselenggarakan Pemprov Jatim dengan provinsi manapun.

BACA JUGA : Gubernur Khofifah Dorong Trenggalek Optimalkan Pesona Alam Pantai Selatan Jawa

“Nilai-nilai kenusantaraan Insyaallah akan tertanam kuat di bumi Majapahit Jawa Timur oleh karena itu format-format misi budaya ini akan di integrasikan dalam misi dagang dan investasi di setiap provinsi dimana kita hadir,” terang Khofifah.

Di sisi lain, dalam setiap kegiatan Misi Dagang, Gubernur Khofifah juga menawarkan jalinan kerjasama dalam hal peningkatan kualitas ASN. Pasalnya, Khofifah menyebut bahwa BPSDM Jatim merupakan BPSDM peringkat pertama secara nasional. Oleh karenanya dengan tangan terbuka Khofifah akan menerima jika Provinsi Papua Barat Daya berniat menjalin kerjasama denganĀ  BPSDM Jawa Timur.

“Kami dengan sukacita barangkali berkenan untuk bersama-sama kita menguatkan SDM ASN melalui BPSDM Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Prov. Papua Barat Daya Edison Siagian menyampaikan, sebagai provinsi bungsu di Indonesia yang usianya belum genap 2 bulan, Pemprov Papua Barat Daya menyambut kegiatan misi dagang ini dengan sangat positif. Ia memastikan bahwa kerjasama ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi.

“Kami sebagai provinsi baru tentunya sangat merespon positif. Karena ini awal yang baik bagi kami yang baru berusia 1 bulan sudah diajak untuk bekerja sama. Kami sudah tak sabar untuk bisa belajar ke Jawa Timur yang memiliki lebih banyak pengalaman dibanding kami,” Kata Edison Siagian.

Ia menuturkan Misi Dagang ini dapat mengoptimalkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Ia berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara kontinyu.

BACA JUGA : Kemiskinan Jatim September 2022 YoY Turun 0,1 Persen

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi PBD oleh Gubernur Jawa Timur dan PJ. Sekda Prov. Papua Barat Daya.

Kemudian, Gubernur Khofifah bersama PJ Sekda Prov. Papua Barat Daya menyaksikan penandatangan komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha Jawa Timur dengan pelaku usaha Papua Barat Daya. (JM01)