Home Umum Suka Duka Tawa: Mengolah Luka Menjadi Tawa di Panggung Stand-Up

Suka Duka Tawa: Mengolah Luka Menjadi Tawa di Panggung Stand-Up

0
10
Suka Duka Tawa: Mengolah Luka Menjadi Tawa di Panggung Stand-Up
Suka Duka Tawa: Mengolah Luka Menjadi Tawa di Panggung Stand-Up

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup, di mana komitmen pasangan untuk menjaga keutuhan rumah tangga terus diuji oleh waktu. Premis menyentuh inilah yang melatari film terbaru produksi BION Studios dan Spasi Moving Image, ‘Suka Duka Tawa’, yang sukses menggelar sesi special screening di Studio XXI Grand City Mall, Surabaya, Minggu (28/12).

Meskipun film ini baru akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 08 Januari 2026, antusiasme warga Surabaya sudah terlihat memenuhi studio. Menariknya, ekspektasi penonton yang mengira akan disuguhi komedi murni justru berujung pada rasa haru yang mendalam.

Sepanjang durasi hampir dua jam, penonton diajak menyelami kehidupan Tawa (Rachel Amanda), seorang komika perempuan yang tengah merintis karier. Karakter Tawa digambarkan sebagai sosok yang tangguh, yang menggunakan pengalaman pahit masa lalunya—termasuk kehilangan sang ayah sejak kecil—sebagai amunisi materi lawakan di atas panggung.

Namun, alur cerita mulai bergejolak ketika masa lalu yang selama ini ia jadikan bahan candaan tiba-tiba hadir kembali secara nyata. Kemunculan ayahnya, Keset (Teuku Rifnu Wikana), setelah 20 tahun menghilang, memaksa Tawa menghadapi dilema terbesar dalam hidupnya: apakah ia sanggup memaafkan luka yang selama ini menjadi identitas komedinya?

Sutradara Aco Tenriyagelli secara apik menyuguhkan narasi tentang bagaimana manusia menggunakan humor sebagai mekanisme bertahan hidup. Lebih dari sekadar hiburan, film ini menjadi ruang refleksi mengenai hubungan orang tua dan anak yang kerap diwarnai salah paham serta rasa kasih sayang yang sulit terucap.

“Film ini bukan cuma soal tawa, tapi mengajak kita menertawakan luka lama yang belum sembuh, lalu memeluknya dengan hangat,” ujar Aco dalam keterangannya. Senada dengan sutradara, Rachel Amanda juga menilai bahwa film ini sangat relevan bagi siapa pun yang pernah mencoba memperbaiki hubungan yang hampir usang.

BACA JUGA  Kepala LLDIKTI Ajak Pekerja Migran Indonesia Untuk Tetap Kuliah

Selain kekuatan cerita, daya tarik film ini terletak pada jajaran pemainnya yang memadukan aktor watak dengan para komika berbakat. Selain Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, dan Marissa Anita, hadir pula Bintang Emon, Gilang Bhaskara, hingga komedian senior seperti Abdel Achrian dan Mang Saswi.

Kehadiran mereka menciptakan harmoni antara gaya lawak televisi klasik dan dunia stand-up comedy modern. Hasilnya, penonton seperti Monica (30), salah satu warga Surabaya, mengaku merasa “dipermainkan” emosinya. “Awalnya ketawa terus, tapi ending-nya benar-benar bikin mewek karena ceritanya terasa nyata sekali,” ungkapnya.

Sebagai film pembuka di tahun 2026, ‘Suka Duka Tawa’ memberikan pesan sederhana namun kuat: bahwa tawa terkadang menjadi bahasa paling jujur untuk membicarakan sebuah kehilangan. Bagi Anda yang ingin merasakan hangatnya rekonsiliasi keluarga di tengah balutan komedi segar, film ini menjadi tontonan yang wajib masuk dalam daftar tunggu.(JM02)