Tim PKM FIO Bekali Guru PJOK Lamongan dengan Skill Penanganan Cidera

0
11
Tim PKM FIO Bekali Guru PJOK Lamongan dengan Skill Penanganan Cidera
Tim PKM FIO Bekali Guru PJOK Lamongan dengan Skill Penanganan Cidera

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) tidak hanya memiliki kompetensi pembelajaran siswa, tetapi juga perlu memiliki keterampilan menangani cidera siswa.

Salah satu yang perlu dikuasai guru adalah skill massage atau urut cidera yang bisa saja terjadi pada siswa selama menjalankan aktivitas olahraga. Namun faktanya, masih banyak para guru PJOK yang belum memiliki skill tersebut.

Karena itulah, tim dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan pelatihan untuk meningkatkan skill guru PJOK khususnya dalam menangani cidera. Pelatihan ini berlangsung di SMPN 6 Lamongan pada September 2022 lalu.

Drs. Hari Wisnu, M.Pd., ketua pelaksana mengatakan kegiatan ini diikuti para guru PJOK dari berbagai sekolah di Lamongan. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan guru PJOK dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

“Olahraga ini kan tidak lepas dari aktivitas fisik yang juga bisa mengalami cidera. Nah, guru harus tahu bagaimana cara menangani jika terjadi cidera pada siswa,” ujarnya.

BACA JUGA : Gandeng Disdik, Dosen FIO Helat Pelatihan Physical Literacy Guru PJOK

Selain itu, keterampilan penanganan cidera tersebut bisa guru gunakan untuk membuka layanan jasa penanganan cidera atau bisa juga bekerja sama dengan organisasi olahraga atau komunitas olahraga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat bekal berupa materi tentang effleurage, shaking, petrissage, tapotement, friction, walken, stroking, dan rolling. Materi tersebut memiliki peranan penting dalam menjaga kebugaran dengan memperlancar peredaran darah dan mengurangi penumpukan asam laktat yang bisa menjadikan seseorang mendapatkan proses pemulihan lebih cepat.

Selain itu, para guru juga diajarkan penanganan cedera awal dengan teknik; rest, ice, compression dan elevation atau yang dikenal dengan teknik R.I.C.E. Ini penting dimiliki para guru, mengingat aktivitas olahraga merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus melelahkan.

“Seseorang dapat cidera bukan hanya karena ada tekanan dari luar, tetapi poin utamanya karena faktor kelelahan sehingga dalam pergerakan sudah tidak dapat maksimal,” ucap Nur Ahmad Arief anggota tim PKM tersebut.

BACA JUGA : UNESA Helat Workshop Penguatan Kelembagaan PPID dan ULT

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru memiliki bekal dalam menangani cidera siswa pada saat melakukan olahraga. “Selain itu, guru juga dapat mengembangkan bisnis baru dibidang masase olahraga. Sehingga masyarakat tidak lagi menuju ahli masase tradisional maupun sangkal putung,” ucap Hari Wisnu. (Adv/JM01)