Home Ekonomi Bisnis Tumbuh 6,87%, Arus Peti Kemas Pelindo Capai 13,34 Juta TEUs

Tumbuh 6,87%, Arus Peti Kemas Pelindo Capai 13,34 Juta TEUs

0
7
Tumbuh 6,87%, Arus Peti Kemas Pelindo Capai 13,34 Juta TEUs
Tumbuh 6,87%, Arus Peti Kemas Pelindo Capai 13,34 Juta TEUs

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Rabu (14/01), arus peti kemas di seluruh terminal di bawah pengelolaan perseroan sukses menembus angka 13,34 juta TEUs. Pencapaian ini menandai pertumbuhan sebesar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 12,48 juta TEUs.

Secara rinci, total arus tersebut terdiri dari peti kemas domestik sebanyak 8,94 juta TEUs dan peti kemas internasional sebesar 4,4 juta TEUs. Menariknya, sektor internasional mencatatkan lompatan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 10,28 persen.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pengiriman barang.

“Kami juga mencatat kunjungan kapal di beberapa terminal, hal ini berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah, dengan kata lain permintaan atau distribusi barang juga meningkat,” kata Widyaswendra, Rabu (14/01).

Sebagai contoh, Terminal Teluk Lamong mencatatkan pertumbuhan luar biasa hingga 25 persen berkat penambahan lima rute layanan (service) baru.

Tidak hanya di terminal utama, pertumbuhan juga terjadi merata di berbagai daerah yang didorong oleh aktivitas ekonomi lokal. Misalnya, arus peti kemas di TPK Jambi melonjak akibat tingginya permintaan semen untuk pembangunan properti.

Sementara itu, di wilayah Timur Indonesia, TPK Ternate tumbuh berkat aktivitas tambang di Halmahera, dan TPK Merauke terkerek naik seiring pelaksanaan program strategis nasional di Papua Selatan.

“Arus peti kemas internasional ini juga meningkat karena adanya peningkatan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China yang melalui TPK Semarang,” lanjut Widyaswendra.

Sejalan dengan capaian tersebut, ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai bahwa pertumbuhan arus logistik merupakan cermin langsung dari kondisi ekonomi nasional. Bahkan, ia menyebut industri manufaktur dan hilirisasi sebagai kunci utama.

BACA JUGA  Mandiri Syariah RO VI Surabaya bersama Pegawai Serahkan Bantuan pada Masyarakat Terdampak Covid-19

“Industri adalah faktor kunci. Jika perdagangan dan ekspor meningkat, maka peluang kerja dan arus peti kemas akan ikut terdongkrak,” ujar Didik.

Didik mencontohkan kesuksesan hilirisasi nikel yang mampu meningkatkan nilai ekspor dari USD 3,3 miliar pada 2017 menjadi USD 33,9 miliar pada 2024.

Meskipun tren saat ini positif, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Agus Pambagio, mengingatkan pentingnya penguatan infrastruktur. Menurutnya, Indonesia perlu memperbanyak pelabuhan yang berfungsi sebagai transhipment hub agar lalu lintas perdagangan lebih tertata.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi regulasi. “Kebijakan dan aturan harus sejalan untuk mendukung iklim investasi. Jangan sampai ada aturan yang saling bertentangan sehingga pembangunan fasilitas pelabuhan tidak maksimal,” pungkas Agus. (JM02)