Wagub Emil Optimis Ekraf Dongkrak Kebangkitan Jatim

0
4
Wagub Emil Optimis Ekraf Dongkrak Kebangkitan Jatim
Wagub Emil Optimis Ekraf Dongkrak Kebangkitan Jatim

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak optimis bahwa pulihnya ekonomi kreatif (ekraf) akan mendongkrak kebangkitan Jawa Timur. Terutama dengan pemberdayaan ekonomi kreatif di daerah pedesaan.

“Saya yakin desa tetap menjadi tempat yang sangat prospek dalam ekonomi kreatif. Desa memiliki peluang besar karena sekarang semuanya terkoneksi,” ungkapnya dalam sambutannya pada Rapat Kerja Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa Timur (Rakerwil DPW Gekrafs Jatim) di The Westin Surabaya, Sabtu (19/3/2022).

Ia mencontohkan, sekarang ada Program Desa Devisa dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang menyoroti potensi desa-desa dalam menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekspor.

Dan Jawa Timur diketahui mendapatkan kuota 15 Desa Devisa. Pemprov Jatim sendiri terus gencar melakukan pencarian untuk desa-desa yang potensi khasnya dapat berkontribusi pada perekonomian Jatim.

Emil menambahkan, beberapa desa yang telah disurvei untuk menjadi Desa Devisa, di antaranya di wilayah Tuban, Madiun, dan Jombang. Sedangkan saat ini di Jawa Timur telah ada tiga Desa Devisa di wilayah Gresik untuk sarung tenun, Sidoarjo untuk produksi rumput laut, dan Banyuwangi untuk produksi kopi.

Baca juga : Wagub Emil: Kemiskinan Ekstrem Ditekan, Kemiskinan Umum Mengikuti

“Oktober 2021 lalu, 3 desa di Jatim sudah disetujui oleh LPEI untuk mendapat penguatan sebagai Desa Devisa di antaranya berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi,” imbuhnya.

Harapnya, dengan sinergi dari Gekrafs dan juga Dekranasda Jatim, ekonomi kreatif di pedesaan dapat menerima pemasukan atau income yang sebanding dengan nilai karya mereka.

“Ruang-ruang kreatif yang terletak di desa sangat banyak jumlahnha. Effort mereka yang besar pantas mendapaf income yang besar pula,” jelasnya.

Emil mencontohkan, beberapa desa telah mengkurasi hasil-hasil produk kreatif mereka dengan baik dan dapat memberikan value added bagi karya mereka.

“Beberapa  membangun galeri di sana dan memajang hasil karya mereka. Strategi bisnis lain juga diterapkan,” ungkapnya.

Baca juga : Dukung Kontribusi Pajak Negara, BSI Luncurkan Pembayaran PKB via Online

Tak berhenti di situ, Emil juga menekankan bahwa ekonomi kreatif tak terbatas pada barang saja, tetapi juga jasa. Atau, apa yang ia sebut sebagai Artisan.

“Ekonomi kreatif bukan cuma menyoal barang tapi juga artisan, yaitu jasa kreatif,” jelasnya.

Menurut Emil, Millennial Job Center dapat turut menyumbang pada ekonomi kreatif baik di Jatim sendiri serta Indonesia.

“Talenta yang terdaftar dalam Millennial Job center dapat berkontirbusi juga dalam ekonomi kreatif. Jatim harapnya dapat menjadi tempat yang kondusif  bagi perekonomian kreatif. Dan kami berharap tentunya Gekrafs Jatim benar-benar inovatif dalam mendorong ekonomi kreatif dan pemulihan ekonomi,” tutupnya.

Sejalan dengan Emil, ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mendukung penuh sinergi antara Dekranasda Jatim dengan Gekrafs Jatim.

Baca juga : BI Jawa Timur Edukasi Santri Ponpes Bumi Sholawat Soal CBP Rupiah

Hasil produk kreatif Jatim terdiri dari bermacam jenis dan ciri khas karena keberagaman di Bumi Majapahit. Karena itu Arumi optimis Gekrafs dapat membantu ekonomi kreatif di pedesaan agar pengrajin yang menggunakan cara-cara tradisional untuk produksi dapat terus produktif tanpa tergerus oleh zaman.

“Saatnya Gekrafs dan Dekranasda berperan memabangkitkan revolusi mental bagi para pengrajin yang konvensional agar tidak tergerus zaman. Dan kami di Dekranasda sangat siap untuk berkolaborasi,” tegasnya. (JM01)