
Sebagai bentuk dukungan Astra terhadap kegiatan T20, anggota Dewan Penasihat Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) Tonny Sumartono yang didampingi oleh Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging juga menjadi salah satu pembicara yang turut menyampaikan pemikirannya terkait peranan sektor swasta dalam mewujudkan kewirausahaan mandiri masyarakat melalui pembinaan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama pandemi COVID-19.
Baca juga : Buka Sparkling Nganjuk Carnival 2022, Wagub Emil Harapkan Jadi Momentum Bangkitnya…
Secara keseluruhan, hasil diskusi yang ingin dicapai dalam pertemuan ini di antaranya adalah meningkatkan komunikasi lintas negara antara para ahli dan pembuat kebijakan di bidang kemiskinan dan ketimpangan pembangunan pada negara-negara G-20 serta mendorong upaya berkembangnya keterkaitan antara riset akademik dan kebijakan publik.
Dengan mengelaborasikan pemikiran para ahli dan akademisi untuk mencari solusi atas tantangan isu kemiskinan yang dihadapi oleh negara-negara G20 akibat pandemi COVID-19, forum ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang kuat, independen, dan inklusif untuk menjadi pertimbangan para pemimpin G20 dalam bentuk T20 Communique.
Rekomendasi Task Force 5 (Inequality, Human Capital, and Well-Being) T20
Memiliki tujuan untuk menjembatani kolaborasi riset antarnegara yang difokuskan pada pembahasan kemiskinan multidimensi, TF5 menghasilkan beberapa rekomendasi melalui kegiatan ini, yaitu:
- Pertama, ukuran kemiskinan konsumsi dapat diperkaya dengan ukuran kemiskinan multidimensi untuk memonitor pencapaian Indonesia, khususnya tujuan pertama Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu mengakhiri kemiskinan di manapun dan dalam semua bentuk.
- Kedua, ukuran multidimensi ini diharapkan dapat menjadi alat ukur pencapaian pembangunan Indonesia dan alat untuk membentuk fakta empiris (evidence-based policies) dalam pengentasan kemiskinan.
Baca juga : Wagub Emil Optimis Sektor Sport Tourism Cepat Bangkit
TF5 berharap agar hasil rumusan dari acara ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan kebijakan penanggulangan kemiskinan pada negara-negara G20. (JM01)














