Home Umum Clungup Mangrove Conservation Sebuah Harmonisasi Antara Manusia dan Alam

Clungup Mangrove Conservation Sebuah Harmonisasi Antara Manusia dan Alam

0
564
Clungup Mangrove Conservation Sebuah Harmonisasi Antara Manusia dan Alam
Jalan menuju CMC Tiga Warna yang sudah di paving semua karena bantuan dari Bank Indonesia

Dikelola Secara Profesional dan Pertahankan Prokes

Clungup Mangrove Concervation Tiga Warna saat ini dikelola sangat profesional. Dan bahkan pengelola sangat mengedepankan aspek protokol kesehatan (prokes) mengingat saat ini pandemi Covid-19 masih belum reda.

Ini dibuktikan dengan cukup banyaknya sarana prokes seperti tempat cuci tangan dan handsanitizer di sepanjang jalan masuk. Begitu juga prosedur yang harus melalui 2 pos, dimana pada pos pertama, pengunjung CMC Tiga Warna diharuskan mengisi formulir dan menyerahkan kartu identitas.

Dalam formulir ini, pengunjung juga diminta menjelaskan berasal dari mana dan akan kemana setelah mengunjungi CMC Tiga Warna. Hal ini dilakukan untuk memudahkan tracking apabila dikemudian hari ada pengunjung yang terkena Covid-19.

Sementara di pos kedua, pengunjung akan diminta menyerahlkan formulir yang diisi di pos pertama dan juga membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/ orang.

Baca juga : Surabaya Bakal Punya Kereta Tanpa Rel. Ini Faktanya

Di pos pertama ini juga, pengunjung diharuskan melaporkan barang bawaannya, terutama yang berpotensi menimbulkan sampah. Dan jumlah barang yang berpotensi sampah ini harus terdata sama, saat masuk maupun keluar. Bila terjadi indikasi bahwa pengunjung membuang sampah sembarangan, maka akan di kenai denda cukup mahal, sebesar Rp.100.000,- per tem.

Selain itu, pengelola CMC Tiga Warna (Yayasan Bakti Alam Sendang Biru, red) juga sangat memperhatikan masalah ekosistem yang terpadu, mengingat kawasan ini adalah kawasan konservasi mangrove, penyu dan terumbu karang.

Contohnya, pengelola CMC Tiga Warna akan menutup lokasi dan tidak mengijinkan pengunjung atau wisatawan memasuki wilayah konservasi ketika musim penyu bertelur, serta masa yang bagus untuk penanaman bakau. Selain juga membatasi jumlah dan kuota pengunjung.

BACA JUGA  Marvel Studio Beri Kejutan Klip Spesial Black Widow untuk Penggemar

Baca juga : Surabaya Akan Rampingkan OPD, Pansus DPRD Bakal Panggil Sekkota Surabaya

“Semua ini kami lakukan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan rasa cinta pada alam terus dipertahankan. Dan kami berharap hal ini bisa memberikan edukasi dan wawasan kepada para generasi masa depan tentang bagaimana menjaga keseimbangan dan pelestarian alam,” terang Saptoyo.

Halaman selanjutnya: Generasi Penerus CMC Tiga Warna