DPRD Kota Surabaya Kritisi Buruknya Kualitas Air PDAM

0
9
DPRD Kota Surabaya Kritisi Buruknya Kualitas Air PDAM
Wakil ketua komisi B DPRD kota Surabaya Anas Karno

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Masalah kualitas air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan Sukolilo yang sempat dikeluhkan warga karena selain tidak lancar, juga baunya amis dan berwarna kuning, mendapat sorotan Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Wakil ketua komisi B DPRD kota Surabaya Anas Karno menyampaikan keterangannya bahwa setelah mendapat informasi dan keluhan dari masyarakat terkait kualitas air PDAM, pihaknya langsung turun mengecek kondisi air yang dikeluhkan warga Kampung Kedung Tomas dan Kampung Semolowaru, Kecamatan Sukolilo.

“Masalah kualitas air tersebut sebenarnya sudah menjadi masa lalu. Namun nyatanya, masalah klasik tersebut masih saja dialami masyarakat dan merugikan para pelanggan. Apalagi ini sudah berbulan-bulan,” katanya, Selasa (5/12/2023).

Anas Karno juga menyinggung keseriusan PDAM menjalankan program Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bahwa tahun 2023 seluruh pelanggan dari PDAM teraliri air bersih.

“Kami akan panggil manajemen PDAM untuk menanyakan sejauh mana keseriusan dan komitmen atas program tersebut,” tambah Anas Karno.

Seperti disampaikan salah satu warga Kedung Tomas, Sumilah, kondisi tersebut sudah dialami sekitar hampir dua bulan ini. Dan saat ini, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan sebagian warga terpaksa membeli air galon isi ulang.

“Warga jelas butuh air. Kalau untuk memasak kami menggunakan air galon isi ulang. Sementara untuk air dari PDAM, saya harus mengendapkan dulu agar kotorannya mengendap, kemudian baru bisa digunakan” ujarnya.

BACA JUGA : DPRD Kota Surabaya Minta Pemkot Surabaya Pantau Kebutuhan Pokok Jelang Nataru

Hal ini juga dibenarkan Ketua RT 02 RW 03 Kedung Tomas, Samian. Ia mengaku telah melaporkan kepada kelurahan hingga pihak PDAM, namun sampai saat ini belum ada jalan keluar.

“Saya sudah laporkan dan ditanggapi dengan mengirimkan bantuan air tanki dari PDAM, hingga saat ini baru dikirim dua kali,” kata Samian.

Ternyata kondisi serupa juga dialami oleh warga Semolowaru. Ketua RW 03 Semolowaru Puryanto menceritakan, belakangan ini warganya mengeluhkan kondisi air PDAM saat ini keruh dan berbau.

“Ini terjadi sudah berbulan-bulan yang lalu, bahkan hampir enam bulan yang lalu air PDAM di wilayahnya sudah bau amis dan berwarna kekuning-kuningan. Dan ini membuat warga terpaksa harus menguras air setiap dua hari sekali,” ujarnya.

Sementara kalau untuk masak, lanjut Puryanto, warga kebanyakan membeli galon isi ulang.

BACA JUGA : DPRD Kota Surabaya Berharap Surabaya Punya Aplikasi Khusus untuk Atasi Pengangguran

“Yang repot, ibu-ibu juga tidak berani mencuci seragam sekolah anaknya menggunakan air PDAM karena airnya yang berwarna kuning. Jelas ini memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan semu hal ini, Anas Karno dengan tegas menyatakan akan meminta pertanggungjawaban dari manajemen PDAM. (Adv/JM01)