
Dr. Liliek juga mengakui bahwa BPSJ Kesehatan sekarang sudah lebih baik, lebih maju dan lebih tertata, meski harus terus menerus berbenah, agar berbagai lobang dan kelemahan itu bisa diatasi.
Baca juga : Penasehat hukum David : Tuntutan Jaksa Tidak Memenuhi Keadilan Dan Terkesan…
“Sebenernya diawal waktu saya ikut pemaparan hasil penelitian litbangnya BPJS itu sebenarnya sudah lengkap. Tapi kenapa jalannya seperti ini. Contohnya misalnya kenapa tarif RS itu dibeda-bedakan? Ada RS tipe A, tipe B, tipe C sebenarnya gak perlu dibeda-bedakan karena itu menciptakan jurang sendiri,” terang dokter yang memiliki beberapa klinik di Surabaya ini.
Karena itu di monitoring evaluasi, lanjutnya, pihaknya selalu kasih masukan-masukan pada BPJS maupun kepada Dinas Kesehatan supaya baik BPJS maupun Dinkes bisa tahu persoalan-persoalan yang terjadi.
Baca juga : Jepang dan UNICEF Bermitra Dukung Pendidikan Anak dan Tingkatkan Rantai Dingin…
“Ya tapi apapun, kekuranag BPJS juga kekurangan kita, kelemahan BPJS juga kelemahan kita. Ya kita benahin bersama-sama,” ungkap dokter yang juga menjadi Ketua Asosiasi Klinik ini. (JM01)














