Mahasiswa PPDS UNAIR Raih Puteri Pendidikan Indonesia

0
2
Mahasiswa PPDS UNAIR Raih Puteri Pendidikan Indonesia
Mahasiswa PPDS UNAIR Raih Puteri Pendidikan Indonesia

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Setelah terpilih menjadi Puteri Pendidikan Jawa Timur, Firda Iragama Wessels, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil membawa pulang gelar Puteri Pendidikan Indonesia.

Firda sendiri sempat tidak menyangka bahwa ia akan menjuarai beauty pageant tingkat nasional tersebut, karena peserta banyak yang sangat kompeten dari background masing-masing dan sudah berpengalaman, serta memiliki banyak prestasi.

Ajang yang digelar secara offline di Hotel Banana Inn Bandung itu, menurut Firda, banyak menyisakan pengalaman berharga baginya. Salah satunya saat ia menggunakan kostum-kostum buatan desainer Jawa Timur, yakni Jusuf Bachtiar, Ardi Jaya dan Nathania Co.

“Aku bangga dan sekaligus ingin menunjukan bahwa desainer lokal itu capable dan karyanya keren-keren,” tegasnya.

Tak hanya soal cantik, gelar Puteri Pendidikan yang ia raih telah melalui banyak aspek penilaian. Yaitu penilaian presentasi, nilai ujian kompetensi, penyampaian pendapat, dan interview personal dalam masa karantina daring.

Baca juga : BPJS Kesehatan Surabaya Perbaharui NKB dengan Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan…

“Sementara pada Grand Final, terdapat penilaian berupa pembawaan diri, penampilan fisik, cara berbicara dan juga penyampaian advokasi,” jelas mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNAIR tersebut.

Di ajang itu, lanjutnya, dua advokasi yang diusungnya di ajang Putra-Putri Pendidikan Jawa Timur, dan satu advokasi baru. Yang pertama, Tanya ke Dokter merupakan program edukasi kesehatan melalui live instagram dari berbagai rekan sejawat di bidang kedokteran. Selanjutnya, ada aplikasi Promilku yang menyediakan informasi nutrisi ibu hamil sesuai dengan berat dan tinggi badan, serta penyakit penyerta yang dimiliki.

“Yang terbaru ada BiDik yaitu bincang pendidikan, yang nantinya akan menjembatani isu dan problem sekaligus mencari problem solving dan transparansi antara pemerintah atau lembaga terkait,” tambahnya.

Menurutnya, selain mengemban tanggung jawab sebagai edukator pendidikan, utamanya pendidikan kesehatan, ia juga harus mampu mencontohkan attitude yang baik sebagai role model.

Baca juga : Rayakan Hari Pahlawan, Siswa SD Al Falah Dengarkan Cerita Veteran

“Tentu harus mencontohkan hal-hal yang baik. Bagaimana kita bisa menjalankan program advokasi untuk pengembangan pendidikan di Indonesia, kalau kita sendiri nggak bisa mencontohkan hal-hal yang baik?,” ungkap Firda.

Bagi Firda, gelar Puteri Pendidikan Indonesia yang ia raih tak hanya menjadi kebanggaan semata, namun juga sebagai tanggung jawab yang harus ia emban dengan baik, tanpa mengabaikan perannya sebagai mahasiswa residen. (JM01)