Home Ekonomi Bisnis Makroekonomi Nasional Sangat Kondusif, Dukung Kinerja Keuangan Bank Mandiri

Makroekonomi Nasional Sangat Kondusif, Dukung Kinerja Keuangan Bank Mandiri

0
139
Makroekonomi Nasional Sangat Kondusif, Dukung Kinerja Keuangan Bank Mandiri
Makroekonomi Nasional Sangat Kondusif, Dukung Kinerja Keuangan Bank Mandiri

Kualitas Kredit Terjaga Baik

Performa kredit Bank Mandiri pun diikuti oleh kualitas aset yang terjaga. Darmawan menjelaskan, Bank Mandiri secara konsisten berhasil menjaga perbaikan lewat monitoring serta manajemen risiko yang ketat.

Baca juga : Ini Cara Lengkap Mendapatkan Program REHAB dari BPJS Kesehatan

Hasilnya, hingga pertengahan tahun 2022 posisi rasio non performing loan (NPL) Bank Mandiri (bank only) turun menjadi 2,47%. Tidak hanya itu, berkat optimalisasi kualitas aset serta efisiensi, biaya kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri pun berhasil ditekan menjadi 1,27% pada semester I 2022.

“Dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri telah menjalankan proses mitigasi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian termasuk menjaga rasio pencadangan dalam posisi yang mencukupi,” paparnya.

Adapun, sampai dengan akhir Juni 2022 posisi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Bank Mandiri kian melandai menjadi Rp 58,2 triliun. Jumlah tersebut sudah jauh lebih rendah dari posisi Juni 2021 sebesar Rp 96,5 triliun.

Bank Mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong peningkatan pembiayaan berkelanjutan. Pembiayaan berkelanjutan tercatat sebesar Rp 226 triliun. Jumlah tersebut, termasuk penyaluran pembiayaan ke sektor hijau sebesar Rp 105 triliun.

Baca juga : OJK Kaji Kelayakan HKI Jadi Jaminan Kredit ke Bank

Darmawan mengatakan, untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2030 dan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060, kebutuhan pembiayaan hijau mencapai US$ 281 miliar. Terkait kebutuhan tersebut, Bank Mandiri menargetkan untuk secara konsisten berkontribusi sebesar 21%-23% terhadap porsi pembiayaan hijau nasional guna mendukung tercapainya target NDC dan NZE Indonesia.

Halaman selanjutnya: Percepat Transformasi Digital….

BACA JUGA  PLN Jatim Catat Kinerja Penjualan Listrik 2024 Tembus 44,3 TWh