Operasi Kehamilan Ektopik Quswatun Ditanggung Penuh JKN – KIS

0
23
Operasi Kehamilan Ektopik Quswatun Ditanggung Penuh JKN – KIS
Operasi Kehamilan Ektopik Quswatun Ditanggung Penuh JKN – KIS

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Mengalami kehamilan diluar kandungan atau yang biasa dikenal sebagai kehamilan ektopik, merupakan salah satu kondisi yang cukup berbahaya karena dapat menimbulkan terjadinya komplikasi berupa perdarahan.

Namun persoalannya, banyak wanita hamil sering tidak menyadari hal ini, karena kehamilan ektopik terkadang tidak menimbulkan gejala. Meski sebagian wanita dapat merasakan gejala kehamilan ektopik ketika usia kandungannya sudah memasuki 4–12 minggu.

Hal ini pula yang pernah dialami oleh Quswatun Khasanah (30th), warga Semolowaru Sukolilo Kota Surabaya.

Quswatun yang terdaftar sebagai peserta JKN – KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) Kota Surabaya ini mengungkapkan tidak pernah mengalami gejala yang mencurigakan dalam kehamilannya.

Namun saat ia mengalami perdarahan serta sakit pada perut, mules dan perih, membuat keluarganya secepat mungkin membawanya ke RSU Haji Sukolilo Surabaya.

“Ternyata diagnosa dokter saya mengalami kehamilan diluar kandungan, dan harus segera ditangani agar tidak membahayakan nyawa ibu yang sedang hamil,” ungkap Quswatun sambil menambahkan bahwa kejadian itu terjadi sekitar bulan oktober tahun 2019 sebelum pandemi.

Baca juga : BSI Gandeng Yayasan Hasanah Titik dan Laznas BSMU Salurkan Bantuan Untuk…

Karena kondisi yang membutuhkan penanganan segera ini, wanita yang suaminya sehari-hari bekerja wiraswasta dibidang pasang plafon dan gypsum ini kemudian langsung dijadwalkan menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawanya.

Mendapat penanganan yang cepat, Quswatun mengaku sangat senang dan memuji kesigapan seluruh petugas medis RSU Haji Sukolilo Surabaya.

“Waktu itu dengan berbekal KIS, kakak saya melakukan pendaftaran ke petugas admin RSU Haji Sukolilo Surabaya, dan saya langsung ditangani dengan baik. Para medis memberikan perhatian serius, gesit dan cekatan tanpa membeda-bedakan status pasien. Kinerja mereka patut diacungi jempol,” ujar Quswatun.

Baca juga : Betsy: Surabaya UHC Alur Pelayanan Tetap Mengacu Program JKN

Saat itu Quswatun menjalani semua penanganan operasi pengangkatan kehamilan ektopik kurang lebih empat jam. Kemudian pasca operasi ia ditempatkan pada ruang HICU, untuk selanjutnya dipindahkan ke ruang bersalin untuk menjalani observasi oleh tim medis RSU Haji.

“Sepanjang rangkaian pelayanan itu saya tidak merasa dibeda-bedakan, layanannya pun sangat baik. Dan yang terpenting, semuanya gratis,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa kalau biaya ditanggung sendiri tentu ia akan mengalami kesulitan membayar.

Quswatun pun semakin menyadari arti pentingnya program dari pemerintah ini. JKN – KIS hadir bagi masyarakat untuk melindungi dan memberikan pelayanan terbaik kepada segenap masyarakat Indonesia.

Baca juga : Mobile JKN Permudah Deteksi Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit

“Saya juga ingin berterimakasih kepada pemerintah yang telah hadir untuk memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama rakyat kecil seperti saya ini,” pungkas Quswatun. (JM01)