Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sebagai wujud dukungannya terhadap usaha mikro kecil memengah (UMKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendekatkan diri terhadap pelaku UMKM melalui berbagai cara. Bukan hanya layanan dan produk, tapi juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan.
Seperti yang dilakukan BRI Branch Office (BO) Manukan Surabaya melalui BRI Unit Lakarsantri Surabaya, yang menggelar gathering bersama pelaku UMKM di Kelurahan Lakarsantri, pada Selasa (11/3/2025) lalu.
Kepala Unit BRI Lakarsantri Surabaya, Habibur mengatakan, kegiatan pertemuan dengan UMKM yang dikemas dalam acara gathering tersebut merupakan silaturahmi untuk mempererat hubungan BRI dengan potensial nasabah mikro.
“Harapannya, selain untuk memperkuat penguasaan database, juga untuk mengakuisisi simpanan maupun pinjaman modal usaha,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).
Dikatakannya, sebagian nasabah atau kelompok masyarakat juga memiliki usaha, sehingga mereka juga tentu memiliki keinginan untuk memperbesar usahanya termasuk pengeloaan keuangannya. Untuk itu, BRI hadir untuk memberikan solusi untuk simpanan maupun pembiayaan.
Habibur menambahkan, BRI juga memberikan pemahaman tentang produk pembiayaan yang tersedia untuk membantu mitra dalam mengembangkan usaha mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengelola modal kerja dengan lebih baik.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengedukasi beragam produk BRI untuk mendukung layanan transaksi nasabah, diantaranya BRImo, EDC maupun QRIS. Pasalnya, layanan ini terus dilirik masyarakat, sehingga kian memudahkan transaksi pembayaran di kalangan agen.
BACA JUGA : IHSG Turun 5,02 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan
Selain itu, dalam kesempatan itu pihaknya juga memperkenalkan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dalam hal ini BRI bukan saja berkomitmen terhadap penyaluran ke nasabah saja, namun juga melakukan pendampingan, mulai dari edukasi, pelatihan hingga memperluas jejaring atau network.
Dikatakannya, pelaku UMKM tersebut tidak bisa serta merta mendapatkan kredit KUR. Sebab pinjaman BRI itu bukan untuk saat memulai suatu usaha, melainkan memberikan tambahan modal kepada pelaku usaha yang telah berjalan.
“Minimal (UMKM) itu 6 bulan berjalan. Intinya kami berikan sokongan dana lewat KUR,” tandasnya.
Diakuinya, dibandingkan dengan kredit komersial yang bisa mencapai belasan persen per tahun, KUR BRI tetap menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis dengan modal terjangkau. Karena bunganya hanya 3% per tahun untuk KUR Super Mikro, dan 6% untuk KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Khusus.
BACA JUGA : Ramadhan dan Idul Fitri 2025, TPID Pov Jatim Perkuat Program Strategis…
Setelah mendapatkan bantuan pinjaman KUR, pelaku UMKM tersebut tidak ditinggal begitu saja oleh BRI melainkan akan diberikan pendampingan. BRI melakukan pendampingan mulai dari pembiayaan melalui pinjaman KUR, edukasi, pelatihan bahkan sampai pada perkembangan bisnis UMKM tersebut ke depan. Misalnya terkait networking dan juga model bisnis di era digital. (JM01)















