
Sementara Gubernur Khofifah optimistis bahwa bendungan ini akan semakin membawa kesejahteraan bagi warga Nganjuk, khususnya ia optimis bendungan ini akan meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Timur.
BACA JUGA : MA Kuatkan Putusan KPPU dalam Perkara Penetapan Jasa Angkutan Udara Niaga…
“Kami warga Jawa Timur menyambut bangga kehadiran Bendungan Semantok ini. Kami optimis bendungan Semantok akan menjadi kekuatan bagi Jatim, sebagai provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia,” ucap Khofifah.
Khofifah menambahkan, dengan diresmikannya bendungan semantok, berarti melengkapi keberadaan bendungan lain di Jatim. Dimana sejak 2014-2022, terdapat 8 bendungan yang dibangun di Jatim.
Delapan bendungan tersebut adalah Bendungan Nipah (Sampang), Bendungan Bajul Mati (Situbondo), Bendungan Tukul (Pacitan), Bendungan Gongseng (Bojonegoro), Bendungan Tugu (Trenggalek), Bendungan Semantok (Nganjuk) dan Bendungan Bagong (Trenggalek) yang masih berlangsung proses pembangunannya.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas perhatian Pemerintah Pusat kepada Jawa Timur. Keberadaan 8 bendungan di atas dapat mengairi 21.662 Ha sawah di 7 (tujuh) Kabupaten yang ada. Sehingga memberikan kekuatan bagi Jawa Timur sebagai Provinsi Produsen Padi Terbesar di Indonesia, untuk tetap memberikan kontribusi produksi padi terbesar secara nasional,” urainya.
BACA JUGA : Aura, Sinetron Teranyar SCTV di Akhir Tahun
Lebih lanjut, Khofifah sapaan lekatnya mengatakan bahwa kehadiran bendungan ini selain berfungsi sebagai sarana irigasi dan reduksi banjir, juga memiliki fungsi sebagai tempat pariwisata dan konservasi. Bendungan ini akan mampu berperan mereduksi banjir hingga 63%.
“Sungguh sebuah penguatan yang sangat siginifikan bagi infrastruktur Air di Jawa Timur. Dan semoga para petani di Nganjuk merasakan manfaat hadirnya bendungan ini. Tentu saya berharap produksi pertanian akan meningkat seiring hadirnya bendungan ini,” pungkasnya. (JM01)














